Berikan Contoh Kebudayaan Masyarakat Masa Berburu Dan Meramu

Berikan Contoh Kebudayaan Masyarakat Masa Berburu Dan Meramu

berikan contoh kebudayaan masyarakat pada masa berburu dan meramu

1. berikan contoh kebudayaan masyarakat pada masa berburu dan meramu

pada masa berburu,masyarakat masih mengandalkan alat perburuan untuk mencari makanan,sedangkan pada masa meramu,masyarakat sudah mengandalkan alat lain untuk memasak dengan menggunakan api1. berpindah pindah tempat
2. berburu hewan liar untuh pertahanan hidup
3. mengumpulkan makanan seperti buah untuh di makan
4. hidup di goa
5. mencari tempat tinggal di dekat sungai untuk , bertahan hidup

2. berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu!

1.kapak perumnas
2.kapak penegak
3.kapak genggam
4.pahat genggam
5.alat serpih
6.alat-alat dari tulang

3. berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu

masa berburu ; mngumpulkan mkanan
masa meramu ; membuat makanancontoh kebudayaan nya dengan cara berburu adalah dengan menggunkan kapak lonjong,penetak,alat2 serpih dari tulang utk mencari makanan atau juga bercocok tanam
sedangkan meramu adalah kemanpuan mausia purba utk meramu atau membuat makanannnya semdiri

JADIKAN JAWABAN TERBAIK YA semoga membantu

4. Berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu!

Mapel : Sejarah

Kelas : X SMA

Kategori : Peradaban berburu dan meramu

Kata Kunci: Berburu, nomaden, meramu, kapak

 

Berikut ini adalah contoh kebudayan masyarakat berburu dan meramu, antara lain:

1.       Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan kapak perimbas / kapak genggam.
Kapak perimbas / kapak genggam.adalah sejenis kapak yang terbuat dari batu, tidak mempunyai tangkai, dan belum diasah sama sekali, sebagian kapaknya ada yang mempunyai bentuk runcing, serta cara penggunanannya adalah dengan cara digenggam. Kapak perimbas / kapak genggam masyarakat pada zaman itu untuk mengorek & menggemburkan tanah, untuk memukul bahan makanan, melempar binatang buruan maupun mencari umbi-umbian.

Fosil kapak genggam  /perimbas ini ditemukan di  Pacitan. Dimana jenis manusia yang mengunakan kapak genggam / perimbas ini adalah manusia Pithecanthropus Erectus.  Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan di di Ngawi, Jawa Timur oleh arkeolog yang bernama Eugene Dubois. Selain di Pacitan, Jawa Timur, kapak genggam / perimbas juga ditemukan di daerah lain seperti: di Sukabumi dan Ciamis, provinsi Jawa Barat, di Parigi dan Gombong, provinsi Jawa Tengah, di Bengkulu, di Lahat, Sumatera Selatan, di Timor serta di Flores.

2.       Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan alat Serpih.
Alat serpih terbuat dari batu pecahan sisa – sisa pembuatan kapak perimbas / genggam yang dibentuk hingga tajam. Alat serpih ini digunakan sebagai gurdi, penusuk, dan pisau yang berguna untuk menguliti binatang hasil perburuan, mengiris daging buruan, maupun untuk memotong tanaman umbi – umbian. Alat serpih ditemukan di daerah Sangiran, Ngandong yang merupakan lembah sungai Bengawan Solo, di daerah Punung, Pacitan, Jawa Timur, di Lahat, serta di Cabbenge dan Mengerunda, Flores, Nusa Tenggara Timur.

3.       Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan alat-alat dari tulang dan kayu.
Alat – alat dari tulang dan kayu  dan terkadang juga tanduk rusa merupakan alat yang digunakan untuk menusuk hewan hasil buruan, untuk menggali tanaman umbi – umbian serta digunakan untuk menombak ikan yang dilengkapi dengan kayu sebagai tangkainya. Alat – alat dari tulang dan kayu adalah peninggalan kebudayaan Ngandong, jawa Timur yang ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1941. Selain di Ngandong, alat – alat dari tulang juga ditemukan di daerah  Gunung Kendeng, Bojonegoro. Manusia yang menggunakan kebudayaan Ngandong adalah Homo Wajakkensis dan Homo Soloensis.

4.       Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan kapak penetak.
Kapak penetak memiliki bentuk yang agak mirip dengan kapak perimbas / genggam, namun  ukurannya lebih besar serta dibuat dari fosil kayu. Kapak penetak digunakan untuk membelah kayu maupun bamboo. Kapak penetak ditemukan hampir diseluruh daerah Indonesia.

5.       Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan pebble. Pebble adalah alat yang mirip dengan kapak perimbas / genggam yang terbuat dari batu kali yang telah dipecah yang digunakan sebagai batu penggiling meupun pipisan yang berguna untuk menghaluskan makanan.

6.       Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan anak panah dan flake. 
Anak panah dan flake adalah alat yang digunakan manusia purba jenis Pithecantropus Erectus.

 

Kebudayan masyarakat berburu dan meramu merupakan kebudayaan prasejarah dimana manusia belum mengenal tulisan dengan  ciri – ciri sebagai berikut:

1.      Kehidupan masyarakatnya berpindah – pindah / nomaden

2.      Bahan makanan masyarakatya tergantung pada ketersediaan oleh alam

3.      Masyarakatnya tinggal di gua-gua dekat tepi pantai.

4.      Masyarakatnya sudah mengenal pembagian tugas.

5.      Alat / perkakas masyarakatnya terdiri kebanyakan dari batu yang dibentuk

 

 

 

 

Kelas: X
Mata pelajaran: Sejarah
Materi: Masa Praaksara
Kata kunci: Masa berburu dan meramu

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini dengan dua jawaban:

Jawaban pendek:

Contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu:
1. Alat batu seeprti kapak genggam
2. Alat tulang seperti mata panah.
3. Lukisan dinding gua.

Jawaban panjang:

Masa berburu dan meramu adalah masa pada Jaman Praaksara dimana manusia masih belum mengenal cocok tanam. Sehingga mereka mencari tanaman dengan berburu binatang liar dan mengumpulkan buah dan makanan lain seperti kerang. Dalam masa ini manusia purba tinggal berpindah-pindah mengikuti binatang buruan dan musim buah.

Namun demikian pada masa ini manusia sudah memiliki hasil kebudayaan seperti:

1. Alat batu

Manusia purba menggunakan alat batu untuk berburu, mengolah makanan, membuat pakaian dan membuat api. Alat batu ini dibuat dengan memotong batuan menjadi tajam.

Alat batu ini misalnya adalah kapak genggam. Kapak genggan dibuat dari batu yang ditimbukkan dengan batuan lain sehingga menghasilkan sisi yang tajam. Kapak genggam berbentuk kasar dan digunakan dengan digenggam di tangan. Ini berbeda dengan kapak lonjong dsri jaman bercocok tanam pada masa paleolitikum, yang lebih maju, berbentuk halus dan dapat digunakan dengan diikat pada batang kayu.

2. Alat tulang

Tulang hewan banyak digunakan sebagai alat pada masa ini karena memiliki sifat kudah ditemukan, mudah dibentuk dan dapat dijadikan berbagai kegunaan. Misalnya sebagai jarum untuk membuat pakaian, alat musik, sisir atau kata panah.

3. Lukisan goa

Lukisan goa dibuat manusia purba yang menggunakan goa sebagai tempat tinggal. Lukisan ini menggunakan bahan pewarna alami dan menggambarkan hewan buruan atau telapak tangan manusia purba.

Lukisan goa di Indonesia misalnya terdapat di Maros, Sulawesi Selatan.

5. berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu

Hidup secara nomaden atau berpindah2 tempat.Alat yang digunakan teebuat dari batu dan tulang.lukisan pada goaberpindah pindah tempat dgn membawa senjata yg sederhana

6. berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu!

kebudayaannya masih bersifat organisasi,

7. Sebutkan hasil kebudayaan masyarakat indonesia pada masa berburu dan meramu!

kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, alat serpih, alat² Dari tulangkapak genggam, alat Dr tulang

8. berikan contoh alat yang digunakan manusia purba pada masa berburu dan meramu???

Pada masa itu mereka menggunakan tombak untuk berburukapak genggam,alat-alat serpih dan anak panah(flake),alat alat dari tulang,dan pebble

9. berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu!​

Jawaban:

Penjelasan:

Berikut ini adalah contoh kebudayan masyarakat berburu dan meramu, antara lain:

1. Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan kapak perimbas / kapak genggam.

Kapak perimbas / kapak genggam.adalah sejenis kapak yang terbuat dari batu, tidak mempunyai tangkai, dan belum diasah sama sekali, sebagian kapaknya ada yang mempunyai bentuk runcing, serta cara penggunanannya adalah dengan cara digenggam. Kapak perimbas
/ kapak genggam masyarakat pada zaman itu untuk mengorek & menggemburkan tanah, untuk memukul bahan makanan, melempar binatang buruan maupun mencari umbi-umbian.

Fosil kapak genggam  /perimbas ini ditemukan di  Pacitan. Dimana jenis manusia yang mengunakan kapak genggam / perimbas ini adalah manusia Pithecanthropus Erectus.  Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan di di Ngawi, Jawa Timur oleh arkeolog yang bernama Eugene Dubois. Selain di Pacitan, Jawa Timur, kapak genggam / perimbas juga ditemukan di daerah lain seperti: di Sukabumi dan Ciamis, provinsi Jawa Barat, di Parigi dan Gombong, provinsi Jawa Tengah, di Bengkulu, di Lahat, Sumatera Selatan, di Timor serta di Flores.

2. Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan alat Serpih.

Alat serpih terbuat dari batu pecahan sisa – sisa pembuatan kapak perimbas / genggam yang dibentuk hingga tajam. Alat serpih ini digunakan sebagai gurdi, penusuk, dan pisau yang berguna untuk menguliti binatang hasil perburuan, mengiris daging buruan, maupun untuk memotong tanaman umbi – umbian. Alat serpih ditemukan di daerah Sangiran, Ngandong yang merupakan lembah sungai Bengawan Solo, di daerah Punung, Pacitan, Jawa Timur, di Lahat, serta di Cabbenge dan Mengerunda, Flores, Nusa Tenggara Timur.

3. Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan alat-alat dari tulang dan kayu.

Alat – alat dari tulang dan kayu  dan terkadang juga tanduk rusa merupakan alat yang digunakan untuk menusuk hewan hasil buruan, untuk menggali tanaman umbi – umbian serta digunakan untuk menombak ikan yang dilengkapi dengan kayu sebagai tangkainya. Alat – alat dari tulang dan kayu adalah peninggalan kebudayaan Ngandong, jawa Timur yang ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1941. Selain di Ngandong, alat – alat dari tulang juga ditemukan di daerah  Gunung Kendeng, Bojonegoro. Manusia yang menggunakan kebudayaan Ngandong adalah Homo Wajakkensis dan Homo Soloensis.

4. Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan kapak penetak.

Kapak penetak memiliki bentuk yang agak mirip dengan kapak perimbas / genggam, namun  ukurannya lebih besar serta dibuat dari fosil kayu. Kapak penetak digunakan untuk membelah kayu maupun bamboo. Kapak penetak ditemukan hampir diseluruh daerah Indonesia.

5. Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan pebble. Pebble adalah alat yang mirip dengan kapak perimbas / genggam yang terbuat dari batu kali yang telah dipecah yang digunakan sebagai batu penggiling meupun pipisan yang berguna untuk menghaluskan makanan.

6. Kebudayan masyarakat berburu dan meramu yang menggunakan anak panah dan flake.  

Anak panah dan flake adalah alat yang digunakan manusia purba jenis Pithecantropus Erectus.

 Kebudayan masyarakat berburu dan meramu merupakan kebudayaan prasejarah dimana manusia belum mengenal tulisan dengan  ciri – ciri sebagai berikut:

1. Kehidupan masyarakatnya berpindah – pindah / nomaden

2. Bahan makanan masyarakatya tergantung pada ketersediaan oleh alam

3. Masyarakatnya tinggal di gua-gua dekat tepi pantai.

4. Masyarakatnya sudah mengenal pembagian tugas.

5. Alat / perkakas masyarakatnya terdiri kebanyakan dari batu yang dibentuk

10. Contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu

tempat tinggalnya bepindah pindah (blm menetap)
daerah kuasa mrpkn daerah yg dekat dgn sumber makanan seperti sungai . pantai . hutan. dsb
alat2 yg digunakan msh sederhana

11. Berikan contoh kebudayaan masyarakat masyarakat masa berburu dan meramu !

Jawaban:

Alat batu seperti kapak genggam.

Alat tulang seperti mata panah.

Lukisan dinding gua

Jawaban:

Contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu:

– Alat batu seeprti kapak genggam.

– Alat tulang seperti mata panah.

– Lukisan dinding gua.

semoga membantu •^•

12. Tuliskan hasil-hasil budaya yang khas pada masa berburu meramu tingkat sederhana, masa berburu meramu

[Masalah]

Tuliskan hasil-hasil budaya khas pada masa berburu meramu tingkat sederhana masa berburu meramu tingkat lanjut masa bercocok tanam dan masa perundagian

[Jawaban]

by Karsa Waskita

kita bisa mengetahui mencangkul,mensabit dan menbajak

[Penjelasan]

lebih bagus pada saat itu tanam buah buahan :3

13. perkembangan kehidupan ekonomi sosial budaya masyarakat praaksara masa berburu dan meramu

pada saat masa berburu dan meramu sistem Ekonomi mereka adalah Barter

14. kehidupan budaya masa berburu dan meramu

kehidupannya masih mencari makan dengan berburu dan mencari tempat yg terdapat banyak sumber makanan

15. Berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu!

Pada masa berburu,masyarakat masih mengandalkan alat perburuan untuk mencari makanan,sedangkan pada masa meramu,masyarakat sudah mengandalkan alat lain untuk memasak dengan menggunakan api

16. berikan contoh kebudayaan masyarakat masa berburu dan meramu!​

Jawaban:

Kebudayaan berburu dan meramu

Mereka tinggal di gua-gua, hidup mereka bergantung pada alam, mengembara dan berpindah-pindah, terdiri dari kelompok-kelompok kecil.  alat yang mereka gunakan untuk memenuhi hidupnya dari batu, tulang dan kayu salah satu bukti yang di temukan adalah kapak perimbas. Ada yang sudah mengetahui membuat rakit dan gerabah tetapi belum digunakan karena belum tahu cara memasak, mereka membuat perhiasan dari kulit kerang, tulang dan batu.  

17. Berikan contoh kebudayaanmasyarakat masa berburu dan meramu!

masyarakat masih bergantung pada SDA, mata pencaharian berburu meramu, kehidupannya belum tertata, tidak ada tujuan yg jelas, yg terpenting mereka dapat bertahan hidup. belum adanya keyakinan, masyarakatnya mutlak pasif.
,maaf kalo salah

18. Hasil kebudayaan Masyarakat masa Berburu meramu ??

berburu ,:menangkap ikan dikaut
meramu :meramu makanan untuk kehidupan pada masa itu

19. Perkembangan masyarakat primitif mulai masa berburu dan meramu, bercocok tanam, berternak, dan masa pertanian, merupakan contoh perubahan sosial budaya​

Jawaban:

Perubahan sosial budaya tersebut mencerminkan transisi masyarakat dari kehidupan liar yang didasari oleh kebutuhan untuk berburu dan meramu, menjadi masyarakat yang lebih maju yang memanfaatkan teknik pertanian untuk memastikan kelangsungan hidup. Perubahan ini mencerminkan perubahan pola hidup dan konsep kehidupan yang lebih tinggi dan membawa perubahan dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Perubahan ini memungkinkan masyarakat primitif untuk menciptakan struktur dan institusi sosial yang lebih kompleks dan berkembang, memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan
sekitarnya. Hal ini juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam menggunakan sumber daya alam, serta memungkinkan mereka untuk mengembangkan teknologi dan tata kerja yang lebih canggih.

20. sebutkan 4 contoh hasil kebudayaan pada masa berburu dan meramu

contoh hasil kebudayaan :
1. alat-alat yang digunakan adalah alat-alat kasar yang belum dihaluskan
2. teknologinya masih sangat sederhana
3. kegunaan hasil budaya pada masa itu untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan
4. contoh hasil dari budaya pada masa itu antara lain kapak genggam, kapak penetak, pahat genggam, alat serpih, dan alat alat dari tulang
alat-alat tradisional seperti kapak genggam, kapak lonjong, dan alat serapih

Video Terkait