Bagaimana Keberadaan Unsur Unsur Intrinsik Dari Cerpen Robohnya Surau Kami

Bagaimana Keberadaan Unsur Unsur Intrinsik Dari Cerpen Robohnya Surau Kami

unsur intrinsik cerpen robohnya surau kamijelaskan!

Daftar Isi

1. unsur intrinsik cerpen robohnya surau kamijelaskan!

Unsur intrinsik yang terdapat pada cerpen robohnya surau kami adalah

TemaTema yang digunakan pada cerpen robohnya surau kami adalah seorang kepala keluargan yang dimana tidak memiliki kemampuan dalam menghidupi keluargnaya.AmanatJangan dapat dengan mudah untuk direndahkan oleh orang lainJangan membanggakan diri sendiri apabila berbuat kebaikanJangan dapat dengan mudah untuk terlena dengan gelar yang dimana terbilang besarJangan dengan mudah untuk melakukan penyia-nyiaan dari berabgai macam hal yang telah dimilikiJangan menjadi orang yang egois.Latar

Tempat :

Kota, Pasar, Surau

Waktu :

Beberapa tahun yang laluAlur

Alur mundur, hal ini dikarenakan menceritakan sebuah kejadian yang telah lama berlalu yang menjadi sebab dari kematian kaken Garin.

PenokohanAku yang memiliki watak ingin tahu urusan orang lainAjo Sidi seorang pembohongKakek seorang yang egois, lalai, dan dapat dengan mudah untuk dikendalikan orang lainHaji Soleh orang yang mementingkan diri sendiriSudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan adalah pengarang menjadi seorang tokoh utama.

Gaya bahasa

Pengarang memiliki sebuah pemanfaatan kaya yang sangat baik. Sehingga bahasa menjadi sedikit lebih sulit untuk dipahami.

Pelajari lebih lanjut

1.
Materi tentang  Apa perbedaan unsur intrinsik cerita dan unsur intrinsik karya sastra ? https://brainly.co.id/tugas/10947309

 

—————————–

 

Detil jawaban

Kelas:  9

Mapel:  B. Indonesia

Bab:  Bab 15 – Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Kode:  9.1.15

Kata Kunci:  Tema, Amanat, Latar

2. Temukan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam teks cerpen Robohnya Surau Kami.​

UNSUR INTRINSIK :

• Tema : Tema cerpen ini adalah seorang kepala keluarga yang lalai  Tema cerpen ini adalah seorang kepala keluarga yang lalai menghidupi keluarganya.

• Amanat :

1) jangan cepat marah kalau diejek orang,

2) jangan cepat bangga kalau berbuat baik,

3) jangan terpesona oleh gelar dan nama besar,

4) jangan menyia-nyiakan yang kamu miliki, dan

5) jangan egois.

• Latar

-Latar Tempat

kota, dekat pasar, di surau, dan sebagainya

-Latar Waktu

Beberapa tahun yang lalu.

• Alur (plot)

Alur cerpen ini adalah alur mundur karena ceritanya mengisahkan peristiwa yang telah berlalu yaitu sebab-sebab kematian kakek Garin.

• Penokohan

Tokoh-tokoh penting dalam cerpen ini ada empat orang, yaitu tokoh Aku, Ajo Sidi, Kakek, dan Haji Soleh

(a) Tokoh Aku berwatak selalu ingin tahu urusan orang lain.

(b) Ajo Sidi adalah orang yang suka membual

(c) Kakek adalah orang yang egois dan lalai, mudah dipengaruhi dan mempercayai orang lain.

(d) Haji Soleh yaitu orang yang telah mementingkan diri sendiri.

• Sudut Pandang

Di dalam cerpen ini pengarang memposisikan dirinya dalam cerita ini sebagi tokoh utama atau akuan sertaan sebab secara langsung pengarang terlibat di dalam cerita dan ini terasa pada bagian awal cerita. Selain itu pengarang pun berperan sebagai tokoh bawahan ketika si kakek bercerita tentang Haji Soleh di depan tokoh aku.

• Gaya bahasa

Di dalam cerpen ini pengarang benar-benar memanfaatkan kata-kata. Gaya bahasanya sulit di pahami, gaya bahasanya menarik dan pemilihan katanya pun dapat memperkaya kosa kata siswa dalam hal bidang keagaman.

UNSUR EKSTRINSIK :

· Nilai sosial

Kita harus saling membantu jika orang lain dalam kesusahan seperti dalam cerpen tersebut karena pada hakekatnya kita adalah makhluk sosial.

· Nilai Moral :

Kita sebagai sesama manusia hendaknya jangan saling mengejek atau menghina orang lain tetapi harus saling menghormati.

· Nilai Agama :

Kita harus selau malakukan kehendak Allah dan jangan melakukan hal yang dilarang oleh-Nya seperti bunuh diri, mencemooh dan berbohong.

· Nilai Pendidikan :

Kita tidak boleh putus asa dalam menghadapi kesulitan tetapi harus selalu berusaha dengan sekuat tenaga dan selalu berdoa.

· Nilai Adat :

Kita harus menjalankan segala perintah Tuhan dan memegang teguh nilai- nilai dalam masyarakat.

Pembahasan :

Cerpen atau cerita pendek merupakan suatu tulisan yang ceritanya merupakan hasil karya atau imajinasi seseorang. Secara umum, jumlah kata dalam cerpen tidak lebih dari 10.000 kata. Sekilas cerpen dan novel memiliki kesamaan, hanya saja cerpen dikemas dan ditulis dengan lebih singkat dari pada novel yang menguraikan secara detail mengenai suatu cerita atau peristiwa.Untuk membangun atau menulis cerpen yang baik perlu diperhatikan beberapa unsur intrinsik cerpen, diantaranya yaitu tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar waktu, gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan, sudut pandang, serta amanat penulis untuk para pembaca cerpen.

Pelajari Lebih Lanjut

Materi pengertian cerpen : brainly.co.id/tugas/29039445Materi unsur intrinsik cerpen : brainly.co.id/tugas/51244685Materi contoh cerpen : brainly.co.id/tugas/861583

Detail Jawaban

Kelas : VIII SMP

Mapel : B. Indonesia

Bab : Bab 5 – Membaca Cerpen

Kode : 8.1.5

#AyoBelajar

#SPJ5

3. Apa saja unsur intrinsik yang ada di buku robohnya surau kami

intriksi nya adalah untuk menyadar kan bahwa kita harus saling peduli terhadap lingkungan apalagi itu surau

4. unsur instrinsik dalam cerpen berjudul robohnya surau kami

UNSUR INTRINSIK :

• Tema            :Tema cerpen ini adalah seorang kepala keluarga yang lalai menghidupi keluarganya.

• Amanat        : 1) jangan cepat marah kalau diejek orang,

2) jangan cepat bangga kalau berbuat baik,

3) jangan terpesona oleh gelar dan nama besar,

4) jangan menyia-nyiakan yang kamu miliki, dan

5) jangan egois.

• Latar

-Latar Tempat

kota, dekat pasar, di surau, dan sebagainya

-Latar Waktu

           Beberapa tahun yang lalu.

• Alur (plot)

Alur cerpen ini adalah alur mundur karena ceritanya mengisahkan peristiwa yang telah berlalu yaitu sebab-sebab kematian kakek Garin.

• Penokohan

Tokoh-tokoh penting dalam cerpen ini ada empat orang, yaitu tokoh Aku, Ajo Sidi, Kakek, dan Haji Soleh

(a) Tokoh Aku berwatak selalu ingin tahu urusan orang lain.

(b) Ajo Sidi adalah orang yang suka membual

(c) Kakek adalah orang yang egois dan lalai, mudah dipengaruhi dan mempercayai orang lain.

(d) Haji Soleh yaitu orang yang telah mementingkan diri sendiri.

• Sudut Pandang

Di dalam cerpen ini pengarang memposisikan dirinya dalam cerita ini sebagi tokoh utama atau akuan sertaan sebab secara langsung pengarang terlibat di dalam cerita dan ini terasa pada bagian awal cerita. Selain itu pengarang pun berperan sebagai tokoh bawahan ketika si kakek bercerita tentang Haji Soleh di depan tokoh aku.

• Gaya bahasa

Di dalam cerpen ini pengarang benar-benar memanfaatkan kata-kata. Gaya bahasanya sulit di pahami, gaya bahasanya menarik dan pemilihan katanya pun dapat memperkaya kosa kata siswa dalam hal bidang keagaman.

Semoga membantu ^_^

5. unsur-unsur intrinsik intrinsik cerpen adalah​

Unsur intrinsik cerpen antara lain:

-alur/plot.

-tema.

-penokohan.

-latar.

-amanat.

Penjelasan:

semoga membantu ✨

6. Bagaimana keberadaan unsur2 intrinsik dari cerpen “Robohnya Surau Kami”

a. Tema

Tema cerpen ini adalah seorang kepala keluarga yang lalai menghidupi keluarganya.

b. Amanat

Amanat cerpen ini adalah :

1) jangan cepat marah kalau diejek orang,

2) jangan cepat bangga kalau berbuat baik,

3) jangan terpesona oleh gelar dan nama besar,

4) jangan menyia-nyiakan yang kamu miliki, dan

5) jangan egois.

c. Latar

Latar yang ada dalam cerpen ini adalah latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.

d. Alur

Alur cerpen ini adalah alur mundur karena ceritanya mengisahkan peristiwa
yang telah berlalu yaitu sebab-sebab kematian kakek Garin. Sedangkan strukturnya berupa bagian awal, tengah, dan akhir. Adapun alur mundurnya mulai muncul di akhir bagian awal dan berakhir di awal bagian akhir.

e. Penokohan

Tokoh dalam cerpen ini ada empat orang, yaitu tokoh Aku, Ajo Sidi, Kakek, dan Haji Soleh.

1) Tokoh Aku berwatak selalu ingin tahu urusan orang lain.

2) Ajo Sidi adalah orang yang suka membual

3) Kakek adalah orang yang egois dan lalai, mudah dipengaruhi dan mempercayai orang lain.

4) Haji Soleh yaitu orang yang telah mementingkan diri sendiri.

f. Titik Pengisahan

Titik pengisahan cerpen ini yaitu pengarang berperan sebagai tokoh utama (akuan sertaan) sebab secara langsung pengarang terlibat di dalam cerita. Selain itu pengarang pun berperan sebagai tokoh bawahan ketika si kakek bercerita tentang Haji Soleh di depan tokoh aku.

g. Gaya

Di dalam cerpen ini pengarang benar-benar memanfaatkan kata-kata, dan majas alegori, dan sinisme.

7. JELASKAN CERPEN MENURUT1. PENGERTIANNYA2. CIRI-CIRINYA3. UNSUR INTRINSIKNYA4. UNSUR EKSTRINSIKNYA5. NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM CERPENANALISISLAH UNSUR INTRINSIK, UNSUR EKSTRINSIK, DAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DARI CERPEN YANG BERJUDUL “ROBOHNYA SURAU KAMI” KARYA A.A. NAVIS!​

Jawaban:

1. cerpen ceritanya bukan kejadian nyata dan hanya dibuat-buat

2.

• Ceritanya fiktif.

•Berfokus pada satu aspek cerita sehingga menimbulkan kesan tunggal.

•Mengungkapkan masalah yang terbatas pada hal-hal penting saja.

3.

• alur ceritanya

• tema cerita

• penokohan

• latar cerita

• amanat

4.

• Latar Belakang Masyarakat

• Latar Belakang Pengarang

• Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen

5.

•  Nilai moral, merupakan nilai yang berkaitan dengan akhlak / budi pekerti / kesusilaan ataupun baik buruknya tingkah laku seorang tokoh.

• Nilai social / kemasyarakatan, merupakan nilai yang berkaitan dengan norma yang hidup di dalam masyarakat.

MAAF JIKA SALAH jadikan jawaban terbaik yaa!!

8. Apa tema cerpen robohnya surau kami

Tema atau pokok persoalan cerpen Robohnya Surau Kami sesungguhnya terletak pada persoalan batin kakek Garin setelah mendengar bualan Ajo Sidi. Gambaran ini terletak pada halaman 10 berikut ini.

“Sedari mudaku aku disini, bukan? Tak ku ingat punya istri, punya anak, punya keluarga seperti orang-orang lain, tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. Aku tak ingin cari kaya, bikin rumah. Segala kehidupanku, lahir batin, ku serahkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Lalat seekor enggan aku membunuhnya. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Umpan neraka…. Tak ku pikirkan hari esokku, karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umatNya yang tawakkal. Aku bangun pagi-pagi. Aku bersuci. Aku pukul bedug membangunkan manusia dari tidurnya, supaya bersujud kepadaNya. Aku bersembahyang setiap waktu. Aku puji-puji dia. Aku baca KitabNya. “Alahamdulillah” kataku bila aku menerima karuniaNya. “Astaghfirullah” kataku bila aku terkejut. ” Masa Allah bila aku kagum.” Apakah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk.”

Kemudian pada halaman 16 gambaran itu ditegaskan kembali, yaitu :

“Tidak, kesalahan engkau, karena engkau terlalu mementingkan diri mu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kaum mu sendiri, melupakan kehidupan anak istimu sendiri, sehingga mereka itu kucar kacir selamanya. Inilah kesalahan mu yang terbesar, terlalu egoistis, padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semuanya, tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikitpun.”

Dengan demikian, jika kita buat kesimpulan atas fakta-fakta di atas maka tema cerpen ini adalah seorang kepala keluarga lalai itu sehingga masalah kelalaiannya itu akhirnya mampu membunuh dirinya. Dan simpulan temanya itu ternyata bersifat universal. Oleh karena itu, wajarlah kalau cerpen karya A.A. Navis ini diterima oleh setiap orang.

9. dari cerpen “robohnya surau kami”

A. Diakhirat(Neraka) Saat Haji Saleh dan kawan-kawan telah tiada didunia
B.Maksud dari “robohnya surau kami” : Surau melambangkan agama islam yang mengandung segala kebaikan didalamnya. Jadi intinya adalah kebaikan dalam agama islam yang telah hancur oleh orang-orang tertentu
C. Sebagai manusia, kita tidak boleh meninggi-ninggikan kebaikan yang telah dilakukan… Kita juga harus mengingat keburukan kita, agar kita tidak menjadi RIA

10. Sinopsis dari cerpen robohnya surau kami

Di suatu tempat ada sebuah surau tua yang nyaris ambruk. Hanya karena seseorang yang datang ke sana dengan keikhlasan hatinya dan izin dari masyarakat setempat, surau itu hingga kini masih tegak berdiri. Orang itulah yang merawat dan menjaganya. Kelak orang ini disebut sebagai Garin.

Meskipun orang ini dapat hidup karena sedekah orang lain, tetapi ada yang paling pokok yang membuatnya bisa bertahan, yaitu dia masih mau bekerja sebagai pengasah pisau. Dari pekerjaannya inilah dia dapat mengais rejeki, apakah itu berupa uang, makanan, kue-kue atau rokok.

Kehidupan orang ini agaknya monoton. Dia hanya mengasah pisau, menerima imbalan, membersihkan dan merawat surau, beribadah di surau dan bekerja hanya untuk keperluannya sendiri. Dia tidak ngotot bekerja karena dia hidup sendiri. Hasil kerjanya tidak untuk orang lain, apalagi untuk anak dan istrinya yang tidak pernah terpikirkan.

Suatu ketika datanglah Ajo Sidi untuk berbincang-bincang dengan penjaga surau itu. Lalu, keduanya terlibat perbincangan yang mengasyikan. Akan tetapi, sepulangnya Ajo Sidi, penjaga surau itu murung, sedih dan kesal. Karena dia merasakan, apa yang diceritakan Ajo Sidi itu sebuah ejekan dan sindiran untuk dirinya.

Dia memang tak pernah mengingat anak dan istrinya tetapi dia pun tak memikirkan hidupnya sendiri sebab dia memang tak ingin kaya atau bikin rumah. Segala kehidupannya lahir batin diserahkannya kepada Tuhannya. Dia tak berusaha mengusahakan orang lain atau membunuh seekor lalat pun. Dia senantiasa bersujud, bersyukur, memuji dan berdoa kepada Tuhannya. Apakah semua ini yang dikerjakannya semuanya salah dan dibenci Tuhan? Atau dia ini sama seperti Haji Saleh yang di mata manusia tampak taat tetapi dimata Tuhan dia itu lalai? Akhirnya, kelak ia dimasukkan ke dalam neraka. Penjaga surau itu begitu memikirkan hal ini dengan segala perasaannya. Akhirnya, dia tak kuat memikirkan hal itu. Kemudian dia memilih jalan pintas untuk menjemput kematiannya dengan cara menggorok lehernya dengan pisau cukur.

Kematiannya sungguh mengejutkan masyarakat di sana. Semua orang berusaha mengurus mayatnya dan menguburnya. Kecuali satu orang saja yang tidak begitu peduli atas kematiannya. Dialah Ajo Sidi, yang pada saat semua orang mengantar jenazah penjaga surau dia tetap pergi bekerja.

11. Nilai keindahan cerpen robohnya surau kami Nilai keindahan cerpen robohnya surau kami

Hidup yang dikehendaki Tuhan bukan saja hidup dengan menyembah dan memuji nama-Nya terus menerus dan menjalankan perintah agama dengan baik, melainkan juga hidup yang peka dengan keadaan sekitar.

Jawaban:

maksudnya apa ya

Penjelasan:

di suruh apa ini gan

13. pribahasa pada cerpen robohnya surau kami

robohnya surau kami menceritakan tentang dialig seorang hamba dengan tuhannya.

14. tolong bantu ya kumpul sekarang pliss 4. a bagaimana keberadaan unsur-unsur instrinsik dari cerpen “robohnya surau kami” ? paparkan dengan berdiskusi kelompok !

cari tempat kejadian,waktu yang terjadi,dan suasana yg terjadi

15. majas apa saja yang ada dalam cerpen robohnya surau kami ?

biasanyayg sering dipaai itu majas personifikasi

16. buat unsur kebahasaan robohnya surau kami!​

Jawaban:

kamu nanya

Penjelasan:

yaudah biar aku kasih tau ya rawrrrr

17. judul cerpen robohnya surau kami ​

Jawaban:

judul cerpen robohnya surau kami adalah sebuah cerpen yang judulnya robohnya surAu kami

makash

18. siapa pengarang cerpen robohnya surau kami??

Robohnya Surau Kami adalah sebuah cerpen yang ditulis oleh A.A. Navis
(almarhum)A.A Navis

19. adakah perbedaan antara unsur intrinsik cerpen dengan intrinsik novel?

-latar pada cerpen hanya diceritakan seadanya, sedangkan novel lebih mendetail
-penokohan pada novel diceritakan secara lengkap
-alur pada cerpen hanya satu, dan pada novel bisa lebih dari satu
-cerpen hanya menceritakan satu konflik dalam kurun waktu singkat, sedangkan novel bisa menceritakan kisah seseorang selama hidupnya
Unsur intrinsik adalah unsur yang secara organik membangun sebuah karya sastra dari dalam.

unsur intrinsik puisi:
tema, amanat, majas, makna lambang / kias, dan rima

unsur intrinsik drama:
tema, alur, amanat, latar, perwatakan, dan konflik

Novel dan cerpen, keduanya merupakan karya sastra yg tergolong ke dalam prosa. Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya fiksi yang lebih panjang, seperti novel.

Jadi unsur intrinsik novel/ cerpen (prosa):
Menurut Stanton adalah: tokoh, alur, latar, judul, sudut pandang, gaya dan nada.

Tapi kini para ahli sastra memandang tema / amanat merupakan bagian dari intrinsik. Sehingga secara umum unsur intrinsik prosa adalah:
tokoh, alur, latar/ setting, sudut pandang (point of view), tema, amanat.

Yg membedakan antara unsur intrinsik cerpen dan novel adalah:
Cerpen biasanya hanya memiliki satu kejadian, mempunyai satu plot, satu amanat, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, mencakup jangka waktu isi cerita yang singkat.

20. Waktu dan tempat cerpen robohnya sebab dan akibat cerpen robohnya surau kami

Jawaban:

a.       Latar tempat

Latar tempat dalam cerita ini jelas disebutkan oleh pengarangnya, seperti kota, dekat pasar, di surau, dan sebagainya:

“kalau beberapa tahun yang lalu Tuan datang kekota kelahirankumdengaan menumpang bis, Tuhan akan berhenti didekat pasar. Melangkahlah menyusuri jalan raya arah ke barat.

b.      Latar waktu

“pada sewaktu-waaktu” kaata Ajo Sidi memulai, “ di akhirat Allah akan  memeriksa orang-orang yang sudah berpulang.

Penjelasan:

Video Terkait